Sebagimana dalam perjamuan, engkau harus bisa membedakan keperluan dan
kemauan. Mungkin beraneka ragam makanan tersedia dihadapanmu, tetapi…
ambilah yang engkau perlukan sesuai dengan kebutuhanmu. Biarkan juga
oranglain menikmati apa yang mereka
butuhkan. Jangan ambil makanan sesuai kemauanmu, sebab engkau mungkin
akan kekenyangan dan bisa jadi sakit. Begitulah, jadilah murid yang bisa
mengukur keadaan diri. Janganlah terlalu tamak dengan semua pengetahuan
yang diajarkan oleh guru. Mungkin akan lebih baik mendalami apa yang
bisa engkau pahami daripada mengumpulkan sebanyak-banyaknya apa yang
tidak engkau pahami. Raihlah yang paling dekat dan jadikan itu sajian
paling nikmat…
Al Hikam
Untaian Hikmah Ibnu ’Athaillah
Jangan Suuzon .. Berpikirlah positif dan Belajarlah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.. Berhati-hatilah ketika mengeluarkan kata-kata, mungkin buat kita itu hanya sebuah gurauan belaka, tapi tidak kepada yang mendengarnya.
Kamis, 21 Juni 2012
Pandanglah seutuhNya, pahamilah sepenuhNya! Janganlah semua peristiwa
membuatmu gundah; janganlah mengukurnya semata dalam pandanganmu sebagai
ahli ibadah.sebab, bisa jadi kelalaian juga pernah menghinggapimu. jangan
memusuhi kehidupan hanya sebab didalamnya engkau melihat berbagai
penyimpangan. Teruslah menjadi ahli ibadah, sembari selamiNYA dengan
istiqomah. Janganlah antipanti terhadap mahlukNYA (manusia) karena
kebencianmu terhadap semua tingkah polah. Jangan bersembunyi dari mereka
hanya sebab takut tercemar oleh sifat dan perilaku mereka. Bukankah
engkau sendiri bagian dari mereka, nikmatilah ketersembunyianmu
bersamaNYA (zahid). Bukankah akan lebih baik bila engkau tetap terjaga,
mereka merasakan kebaikanmu juga? Yakinlah, Allah berada dibalik semua,
segala sesuatu, tentramlah bersamaNYA…
Al Hikam
Untaian Hikmah Ibnu ’Athaillah
Al Hikam
Untaian Hikmah Ibnu ’Athaillah
Bismillah......
JANGAN SEKALI-KALI meminta keadilanNYA. Sebab, Dia lebih mengetahui apa
yang pantas buatmu. Jangan menghitung dosamu yang kecil dalam hal ini,
sebab keadilanNYA bisa membuatmu terperangkap dalam kesulitan keluar dari
kebiasaanmu berbuat dosa yang lebih besar. Jangan sekali-kali meragukan
kemurahanNYA. Sebab, saat kemurahanNYA hadir untukmu, dosa besarmu
tidak berarti dihadapanNYA. Jika Allah mendahulukan keadilanNYA, tentu
binasalah semua pelaku kejahatan dan dosa dimuka bumi ini, termasuk
dirimu. Yang harus engkau lakukan kini adalah, senantiasalah berpulang
kepadaNYA, bersandarlah pada kemurahanNYA, nikmati karunia lembutNYA…
Al Hikam
Al Hikam
Sabtu, 09 Juni 2012
Hikmah Sedekah
Ternyata sedekah itu tidak mengenal salah sasaran meskipun diberikan kepada pencuri, orang kaya dan pelacur. Di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa seseorang yang bersedekah dan ingin mendapatkan pahala Sedekah secara sembunyi – sembunyi “shadaqah sirr” , tidak di ketahui orang lain, ia pun mengumpulkan uang, lalu malam – malam ia menutup wajahnya dengan kain dia mencari orang yang berhak.
Lalu ia lihat ada seorang yang termenung di malam hari, diam saja, duduk saja, tidak bicara, tidak apa duduk saja di pinggir jalan, “ini orang yang tidak mampu, tengah malam masih belum tidur, masih duduk di sini” maka di lemparkannya uang itu pada orang itu dan ia pun pergi melarikan diri supaya orangnya tidak tau dia yang memberi, maka keesokan harinya dia sudah gembira, sudah sedekah dengan sedekah sembunyi – sembunyi, esok harinya dapat kabar gempar kampung karena seorang pencuri dapat harta di beri orang yang tidak di kenal, dia berkata : Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku mau sedekah sembunyi – sembunyi, ternyata yang ku beri pencuri, pencuri sedang menunggu kesempatan untuk mencuri, menanti waktu untuk mencuri, di kira dia seorang Fuqara padahal ia pencuri, ia berkata “berarti aku tidak akan berhenti, aku akan lanjut lagi”
Ia pun mengumpulkan uang lagi, sudah terkumpul ia keluar lagi di malam hari.Lantas ia melihat seorang tua renta, yang berjalan tertatih – tatih dengan tongkatnya, pelan – pelan jalannya tidak ada yang menemaninya, tidak ada yang mendampinginya, “ini pasti orang susah” dia lemparkan uang itu dalam sebuah kantong kepada orang tua itu dan dia pun lari pergi, keesokan harinya gempar orang terkaya di kampung itu, yang paling kikir dapat sedekah sembunyi – sembunyi semalam, maka ia pun berkata : Wahai Allah Bagi Mu segala puji, aku jadi memberi orang yang paling kaya, yang paling kikir, tidak berguna sedekahku, yang pertama di berikan pada pencuri yang ke dua ternyata salah beri juga, di berikan kepada orang yang kaya dan paling kikir.
Lantas dia tidak kapok, tapi ketiga kalinya dia berbuat dia mencari wanita saja, dia lihat “nah ini wanita sedang duduk” maka di berikan padanya harta itu dan keesokan harinya, gempar lagi kampung itu, seorang pelacur mendapatkan sedekah yang sembunyi – sembunyi, ia katakan “Yaa Rabb cukup 3 kali” Wahai Allah sudah cukup ini, pencuri yang kuberi, yang kedua orang kaya paling kikir yang ketiga pelacur, sudah aku tidak mau bersedekah lagi.
Maka Allah subhanahu wata’ala tunjukan beberapa tahun kemudian, bahwa Allah subhanahu wata’ala membukakan kemuliaan dari uang halal yang ia berikan itu jauh lebih dari pada maksud yang dia kehendaki, ia inginkan beri kepada orang Fuqara tapi Allah sampaikan uang Nya pada pencuri, pencuri biasa makan uang haram apakah ia terus mencuri, malam itu pencuri itu dapat uang halal dari orang yang sedekah sembunyi – sembunyi, harta yang haram itu mempengaruhi tubuh kita, harta yang halal juga mempengaruhi, kalau harta yang halal mempengaruhi kita untuk ingin beribadah, maka pencuri itu mendapatkan itu dia bersyukur.
“Subhanallah, aku selama ini terus menerus mencuri sekarang Allah beri” ia pun Taubat, tidak lama orang ini yang penyedekah pertama setelah sekian tahun dia dengar kabar ada seorang wali Allah yang wafat maka ia mendatangi jenazahnya, “ini kalau tidak salah ini yang dulu ku beri, dulu pencuri” dia bertanya “ini orang asal muasalnya dimana” “dulu dia pencuri , gara – gara ia dapat uang di tengah malam, di beri oleh seorang penyedekah yang tidak ia kenal dia Taubat sampai dia menjadi Wali Allah subhanahu wata’ala”,
dia berkata “Subhanallah” Allah disampaikan derajatnya menjadi Wali Allah dari harta orang ini karena sedekahnya sembunyi – sembunyi dan ikhlas niatnya walaupun nyampainya kepada pencuri.
Yang kedua maka dia pun berkata, “Wahai Allah, selesai janjiku dari yang pertama yaitu pencuri lalu bagaimana dengan orang tua yang kikir” orang tua yang kikir itu tidak berapa lama ia membangun suatu rumah untuk Sedekah untuk yatim dan anak – anak miskin dan Fuqara, Kenapa ? karena ia jadi Taubat Ia ingat “aku ini orang kaya disedekahi orang, karna apa ? karena aku kikir” akhirnya ia pun bertaubat kepada Allah, ia bangun rumah Sedekah ia wakafkan, pahalanya orang ini dapat pada penyedekah pertama, demikian Dahsyatnya rahasia kemuliannya, dan ia pun berkata: “Allah aku memahami yang ke dua, lalu bagaimana dengan yang ketiga”
Tidak ada jawaban, sudah hampir 30 tahun, lalu ia mendengar dua orang ulama, adik kakak, dua – duanya ulama yang Shaleh, dua – duanya pemuda, maka ia berkata “aduh aku ingin kenal dengan dua pemuda ini” sulit di jumpai, di ikuti muridnya, untuk berjumpa sulit, hebat sekali ini adik kakak ini, dua – duanya ulama, dua – duanya Shaleh, dua – duanya berhasil dan sukses, maka ia Tanya “ini asal muasalnya anak ini ulama ini dari mana ? dua pemuda ini” “ini dulu ibunya pelacur tapi gara – gara di beri sedekah oleh seorang yang sedekah sembunyi – sembunyi, Taubat lantas kemudian dia pakai uang itu untuk menyekolahkan dua anaknya ini untuk menjadi ulama, sampai menjadi ulama besar”
Maka orang ini sujud kepada Allah, Rabbiy Kau tidak kecewakan hamba – hamba Mu, demikian kasih sayang Ilahi subhanahu wata’ala, ribuan orang yang bertaubat dari kedua anak itu mendapatkan pahalanya kepada si pemberi yang pertama, walaupun awalnya terlihat buruk namun akhirnya Allah buat sedemikian indah.
Dikutip dari ceramah Habibana Munzir Almusawwa(majelisrasulullah.org)
Langganan:
Postingan (Atom)
