Jangan Suuzon .. Berpikirlah positif dan Belajarlah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.. Berhati-hatilah ketika mengeluarkan kata-kata, mungkin buat kita itu hanya sebuah gurauan belaka, tapi tidak kepada yang mendengarnya.
Kamis, 29 Maret 2012
Buah Kebeningan Hati - Aa Gym
![]() |
| Add caption |
Betapa tak orang yang hati tertata dgn baik wajah akan jauh lbh jernih. Bagai embun menggelayut di ujung dedaunan di pagi hari yg cerah lalu terpancari sejuk sinar mentari pagi; jernih bersinar sejuk dan menyegarkan. Tidak berlebihan jika tiap orang akan merasa ni’mat menatap pemilik wajah yg cerah ceria penuh sungging senyuman tulus seperti ini.
Begitu pula ketika berkata kata-kata akan bersih dari melukai jauh dari kata-kata yg menyombongkan diri terlebih lagi ia terpelihara dari kata-kata riya subhanallah. Setiap butir kata yg keluar dari lisan yg telah tertata dengan baik ini akan terasa sarat dgn hikmah sarat dgn makna dan sarat akan mamfaat. Tutur kata bernas dan berharga. Inilah buah dari gelegak keinginan di lubuk hati yg paling dalam utk senantiasa membahagiakan orang lain.
Kesehatan tubuh pun terpancari pula oleh kebeningan hati buah dari kemampuan menata qolbu. Detak jantung menjadi terpelihara tekanan darah terjaga ketegangan berkurangdan kondisi diri yg senantiasa diliputi kedamaian. Tak berlebihan jika tubuh pun menjadi lbh sehat lbh segar dan lbh fit. Tentu saja tubuh yg sehat dan segar seperti ini akan jauh lbh memungkinkan utk berbuat banyak kepada umat.
Orang yg bening hati akal pikiran pun akan jauh lbh jernih. Bagi tak ada waktu utk berpikir jelek sedetik pun jua. Apalagi berpikir utk menzhalimi orang lain sama sekali tak terlintas dibenaknya. Waktu bagi sangat berharga. Mana mungkin sesuatu yg berharga digunakan utk hal-hal yg tak berharga? Sungguh suatu kebodohan yg tak terkira. Karena dalam menjalani tiap detik yg dilalui ia pusatkan segala kemampuan utk menyelesaikan tiap tugas hidupnya. Tak berlebihan jika orang yg berbening hati seperti ini akan lebih mudah memahami tiap permasalahan lbh mudah menyerap aneka ilmu pengetahuan dan lbh cerdas dalam melakukan beragam kreativitas pemikiran. Subhanallah bening hati ternyata telah membuahkan aneka solusi optimal dari kemampuan akal pikirannya.
Walhasil orang yang telah tertata hati adl orang yg telah berhasil merintis tapak demi tapak jalan ke arah kebaikan tak mengherankan ketika ia menjalin hubungan dengan sesama manusia pun menjadi sesuatu yg teramat mengesankan. Hati yg bersih membuat terpancar dari akhlak yg indah mempesona rendah hati dan penuh dgn kesantunan. Siapapun yg berjumpa akan merasa kesan yg mendalam siapapun yg bertemu akan memperoleh aneka manfaat kebaikan bahkan ketika berpisah sekalipun orang seperti ini menjadi buah kenangan yg tak mudah dilupakan.
Dan Subhanallah lebih dari semua itu kebeningan hatipun ternyata dapat membuat hubungan dgn Allah menjadi luar biasa mamfaatnya. Dengan berbekal keyakinan yg mendalam mengingat dan menyebut-Nya tiap saat meyakini dan mengamalkan ayat-ayat-Nya membuat hati menjadi tenang dan tenteram. Konsekuensi dia pun menjadi lebih akrab dgn Allah ibadah lbh terasa ni’mat dan lezat. Begitu pula do’a-do’a menjadi luar biasa mustajabnya. Mustajab do’a tentu akan menjadi solusi bagi persoalan-persoalan hidup yg dihadapinya. Dan yg paling luar biasa adl karunia perjumpaan dgn Allah Azza wa Jalla di akhirat kelak Allahu Akbar.
Pendek kata orang yang bersih hati itu luar biasa ni’mat luar biasa bahagia dan luar biasa mulianya. Tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Tidak rindukah kita memiliki hati yg bersih? Silahkan bandingkan dengan orang yg berperilaku sebaliknya; berhati busuk semrawut dan kusut masai. Wajah bermuram durja kusam dan senantiasa tampak resah dan gelisah. Kata-kata bengis kasar dan ketus. Hati pun senantiasa dikotori buruk sangka dendam kesumat licik tak mau kompromi mudah tersinggung tak senang melihat orang lain bahagia kikir dan lain-lain penyakit hati yg terus menerus menumpuk hingga sulit utk dihilangkan. Tak berlebihan bila perilaku pun menjadi hina dan nista jauh dari perilaku terhormat lbh dari itu badan pun menjadi mudah terserang penyakit. Penyakit buah dari kebusukan hati buah dari ketegangan jiwa dan buah dari letih pikiran diterpa aneka rona masalah kehidupan. Selain itu akal pikiran pun menjadi sempit dan bahkan lbh banyak berpikir tentang kezhaliman.
Oleh karena bagi orang yg busuk hati sama sekali tak ada waktu utk bertambah ilmu. Segenap waktu habis hanya digunakan utk memuntahkan ketidaksukaan kepada orang lain. Tidak mengherankan bila hubungan dgn Allah SWT pun menjadi hancur berantakan ibadah tak lagi menjadi ni’mat dan bahkan menjadi rusak dan kering. Lebih rugi lagi ia menjadi jauh dari rahmat Allah. Akibat pun jelas do’a menjadi tak ijabah dan aneka masalah pun segera datang menghampiri naudzubillaah .
Ternyata hanya kerugian dan kerugian saja yg didapati orang berhati busuk. Betapa malangnya. Pantaslah Allah SWT dalam hal ini telah mengingatkan kita dalam sebuah Firman-Nya : “Sesungguh beruntunglah orang yg menyucikan jiwa itu. Dan sesungguh merugilah orang yg mengotorinya.” {Q.S. Asy-Syam (91) : 9 – 10}.
Ingatlah saudaraku hidup hanya satu kali dan siapa tahu tak lama lagi kita akan mati. Marilah kita bersama-sama bergabung dalam barisan orang-orang yg terus memperbaiki diri dan mudah-mudahan kita menjadi contoh awal bagaimana menjadikan hidup indah dan prestatif dgn bening hati Insya Allah.
Selasa, 27 Maret 2012
Terapi Mabuk Asmara
MediaMuslim.Info – Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-‘isyq
sangat hebat dan sulit melepaskan diri dari jeratannya namun bukanlah
suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat
dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya obat
itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang
mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya.” Maka orang
yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika
tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah
parah.
Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:
Ikhlas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Jika seseorang yang terkena penyakit al-‘isyq benar-benar ikhlas dan menghadapkan wajahnya kepada Alloh dengan tulus, niscaya Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat.
Berdo’a.
Merendahkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit.
Menahan pandangan.
Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat dan keinginannya.
Banyak berpikir dan berdzikir.
Hendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak ketika Allah mencela perbuatannya.
Menjauh dari orang yang dicintainya.
Sebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya. Seiring dengan waktu, seluruh masalah akan menjadi mudah.
Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.
Sebab mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Tetapi ketika ia sibuk dengan hal-hal lain maka cintanya akan memudar, rindunya akan hilang dan akhirnya ia dapat melupakannya.
Menikah, sebab pernikahan itu mencukupi segalanya.
Penuh berkah dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikahinya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar diberi jalan keluar.
Menengok orang sakit.
Mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.
Senantiasa menghadiri majelis ilmu.
Duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.
Memangkas habis ambisi.
Dengan cara membuang rasa putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu.
Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna.
Menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin.
Menjaga kharisma.
Agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina, tidak jatuh dalam perbuatan yang tercela dan segala bentuk yang dapat menghalangi keutamaan. Orang-orang yang memiliki harga diri tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina.
Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya.
Hal ini akan membuat seseorang jauh dari perkara yang akan meruntuhkan harga dirinya ataupun yang akan menjatuhkan martabatnya.
Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya.
Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita.”
Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya.
Baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan.
Memikirkan akibat perbuatannya.
Orang yang berakal adalah orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan.
Meyakini Keutamaan Ujian Hidup.
Hendaknya orang yang ditimpa ujian seperti ini mengetahui bahwa ujian hidup merupakan sebab munculnya nilai keutamaan seseorang. Jika dia bersabar maka akan tampaklah keutamaannya, sempurnalah kemuliaannya dan derajatnya akan meningkat kepada level yang lebih tinggi.
Berpikir Kerugiannya.
Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini. Orang-orang yang mulia lebih mengutamakan santapan akalnya, walaupun tabi’atnya berusaha menggiringnya kepada syahwat jasmani.
Melihat konsisi para pemabuk cinta.
Bagaimana derita yang mereka tanggung. Bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur dan keinginan yang kuat.
Demikanlah di antaranya obat-obat yang dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit mabuk asmara. Seperti yang telah disebutkan di atas, semua obat ini tidak akan manjur bila yang melakukannya tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ingin sembuh dari penyakitnya. Kita bermohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari jalan-jalan kehancuran dan membimbing kita kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam
(Sumber Rujukan: Diringkas dari kitab Al-‘Isyq, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd. oleh Ghani)
Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:
Ikhlas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Jika seseorang yang terkena penyakit al-‘isyq benar-benar ikhlas dan menghadapkan wajahnya kepada Alloh dengan tulus, niscaya Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat.
Berdo’a.
Merendahkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit.
Menahan pandangan.
Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat dan keinginannya.
Banyak berpikir dan berdzikir.
Hendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak ketika Allah mencela perbuatannya.
Menjauh dari orang yang dicintainya.
Sebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya. Seiring dengan waktu, seluruh masalah akan menjadi mudah.
Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.
Sebab mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Tetapi ketika ia sibuk dengan hal-hal lain maka cintanya akan memudar, rindunya akan hilang dan akhirnya ia dapat melupakannya.
Menikah, sebab pernikahan itu mencukupi segalanya.
Penuh berkah dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikahinya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar diberi jalan keluar.
Menengok orang sakit.
Mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.
Senantiasa menghadiri majelis ilmu.
Duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.
Memangkas habis ambisi.
Dengan cara membuang rasa putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu.
Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna.
Menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin.
Menjaga kharisma.
Agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina, tidak jatuh dalam perbuatan yang tercela dan segala bentuk yang dapat menghalangi keutamaan. Orang-orang yang memiliki harga diri tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina.
Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya.
Hal ini akan membuat seseorang jauh dari perkara yang akan meruntuhkan harga dirinya ataupun yang akan menjatuhkan martabatnya.
Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya.
Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita.”
Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya.
Baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan.
Memikirkan akibat perbuatannya.
Orang yang berakal adalah orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan.
Meyakini Keutamaan Ujian Hidup.
Hendaknya orang yang ditimpa ujian seperti ini mengetahui bahwa ujian hidup merupakan sebab munculnya nilai keutamaan seseorang. Jika dia bersabar maka akan tampaklah keutamaannya, sempurnalah kemuliaannya dan derajatnya akan meningkat kepada level yang lebih tinggi.
Berpikir Kerugiannya.
Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini. Orang-orang yang mulia lebih mengutamakan santapan akalnya, walaupun tabi’atnya berusaha menggiringnya kepada syahwat jasmani.
Melihat konsisi para pemabuk cinta.
Bagaimana derita yang mereka tanggung. Bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur dan keinginan yang kuat.
Demikanlah di antaranya obat-obat yang dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit mabuk asmara. Seperti yang telah disebutkan di atas, semua obat ini tidak akan manjur bila yang melakukannya tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ingin sembuh dari penyakitnya. Kita bermohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari jalan-jalan kehancuran dan membimbing kita kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam
(Sumber Rujukan: Diringkas dari kitab Al-‘Isyq, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd. oleh Ghani)
Minggu, 18 Maret 2012
STRATEGI MENGATASI GALAU
Hati adalah kekuatan inti manusia. Dia adalah sekerat daging yang mampumengalahkan kekuatan jasad seperti yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihiwa Sallam :“Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging, jika ia baik, maka baiklah jasadseluruhnya; jika ia rusak, maka rusaklah jasad seluruhnya. Ketahuilah bahwasegumpal daging itu adalah hati.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim).
Hadits inimenunjukkan betapa pentingnya posisi hati dalam tubuh manusia, tidak hanyasekedar daging tetapi juga penentu aqidah, penentu budi pekerti dan penentukeputusan terbesar seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadits Arbain Nawawiyahbahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda,yangartinya“Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri. Kebaikan adalah apa-apa yangmenentramkan jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa-apa yang mengusik jiwadan meragukan hati, meskipun orang-orang memberi fatwa yangmembenarkanmu.” (H.R Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darani).
Kegundahan hati yang disebabkan oleh problematika hidup yang penuh dengankonflik, persoalan dan tantangan bisa menyebabkan hati kehilangan cahaya-Nyadan nurani kebaikan sehingga perlu segera ditemukan terapinya. Olehnya Allahyang Maha Ar-Rahman dan Ar-Rahim telah memberikan solusi-solusi kegundahanhati dengan obat mujarab yaitu Al-Quran Karim.
Salah satu firman-Nya yang artinya“Inilah adalah Al-Quran yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkaudapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderangdengan seizin Allah menuju jalan Allah yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji.” (Q.SIbrahim: 1).
Banyak ayat-ayat Al-Quran yang dapat dijadikan terapi kegundahanhati, sebagai obat pelipur jiwa dan penenang kalbu, berikut beberapa petikannya :
KENAPA AKU DIUJI?
Surat Al-Ankabut: 2-3“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) hanya denganmengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?Dansesungguhnya, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, makasesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia pastimengetahui orang-orang yang dusta.”
KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Surah Al-Baqarah ayat 216“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui.”
KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
Surah Al-Baqarah ayat 286“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
BAGAIMANA MENYIKAPI RASA FRUSTASI?
Surah Al-Imran ayat 139“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”
SUNGGUH, AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI...!!!!!
Surah Yusuf ayat 87“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputusasa dari rahmat Allah, melainkan orang-orang yang kafir.”
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPI PERSOALAN HIDUP ?
Surah Al-Imran ayat 200“Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmudan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allahsupaya kamu beruntung.”
APA SOLUSINYA?
Surah Al-Baqarah ayat 45-46”Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat)itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (yaitu) mereka yangyakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembalikepada-Nya.”
SIAPA YANG MENOLONG DAN MELINDUNGIKU?
Surah Ali Imran: 173“Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Surah At-Taubah ayat 129“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya akubertawakkal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy (singgasana) yang agung.”
APA BALASAN ATAU HIKMAH DARI SEMUA INI?
Surah At-Taubah ayat 111“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, baik diri maupunharta mereka dengan memberikan surga untuk mereka
Langganan:
Postingan (Atom)

